Bahagia itu adalah?


image

Sore hari ketika matahari belum tenggelam, kami sudah melangkahkan kaki untuk pulang. Mungkin pekerjaan saya sebagai PNS memang patut di syukuri karena bisa pulang on time dan naik jemputan. Ketika duduk di jemputan, saya sedang mencari ide untuk menulis d blog ini tapi tetep aja I dont have any idea.

Semenit kemudian,ada pesan masuk di whatsapp dari seorang teman yang setiap harinya naik jemputan bareng. Dan anehnya adalah dia memberikan pesan yang tidak biasanya. Dalam kesehariannya, saya melihat temen saya ini adalah temen yang selalu happy, periang, punya banyak cerita, optimis dan never looks sad. But suddenly, there is something wrong with her message in my whatsapp. Tiba-tiba dia berkata ” As, gw lagi sedih ketika semua orang sudah punya kebahagian mereka dan gw belum”. Saat itu juga, sebenernya saya juga berkaca pada diri saya sendiri karena basically saya pun pernah berpikiran hal yang sama.

Lalu pada prinsipnya ukuran kebahagian yang di liat dlm pandangan kita adalah sama. Bagi perempuan seusia kita yang sebentar lagi menginjak usia kepala 3, absolutely we see what is happyness for women today. “Melihat temen yang sudah punya pasangan, anak yang lucu, cicilan rumah dan mobil” Semua terlihat bahagia dan jelas. Sedangkan kita masih begini-begini aja.

Tapi jujur saja sebenernya itu bukan patokan dari kebahagian walaupun itu bisa menjadi sebab dalam kebahagian. Bahagia itu dari dalam diri kita dan kitalah yang meng-create nya. Kadang kita merasa bosan akan hidup dan muncul stigma tersebut karena kita belum punya tujuan yang jelas, oleh karena itu kita nggak pernah tau kaki ini mau dilangkahkan kemana, hampa, bosan, tanpa tujuan. Finally, kita hanya bisa berkata kalau hidup kita begini-begini saja.

Tanpa tujuan membuat hidup tidak bergairah. Begitulah yang dialami teman saya,walau saya juga pernah merasakannya. Merasa kosong dalam hidup. Dan berbahayanya adalah kalau kita tidak tau apa yang kita mau dan kita inginkan. Mungkin perasaan ini wewakili apa yang Pepeng katakan saat menjadi bintang tamu di Just Alvin “Di jalanan itu banyak yang hidup padahal mungkin hatinya mati”. Dalam artian tidak punya passion. Berbeda dengan Pepeng walaupun sakit dan penuh keterbatasan tapi dia memiliki passion yang kuat untuk hidup demi orang-orang yang dicintainya dan juga menuntut ilmu lebih tinggi. Lalu apa yang kita lakukan saat ini ketika kita mampu menembus keterbatasan.

Saya tidak bisa memberikan banyak nasihat kepada teman saya itu. Sebetulnya dia hanya butuh di dengarkan. Semangat kawan..sesungguhnya kebahagian itu dekat dengan kita. Dia akan menghampiri kalau hati dan pikiran kita selalu merasa bahagia. Hal-hal di luar itu hanyalah sebab dan pelengkap untuk kebahagiaan kita. Apapun yang kau pilih apakah melanjutkan sekolah atau menikah, itu adalah pilihan. Dan yakinlah Yang Kuasa tidak tidur. Dia yang paling tahu kapan pasangan yang tepat buat kita datang hehe.